Cara Membuat Tanaman Hidroponik NFT

Cara Membuat Tanaman Hidroponik NFT – Ketika kita membuat tanaman hidroponik NFT, maka seakan-akan kita memiliki perkebunan hidroponik mini. Karena sistem hidroponik NFT merupakan sistem hidroponik yang paling umum digunakan di farm atau perkebunan hidroponik. Hal ini dikarenakan sistem hidroponik NFT merupakan salah satu sistem yang mampu menghasilkan hasil tanaman secara optimal, hemat air dan minim perawatan.

Saat ini banyak yang menjual sistem hidroponik NFT ini untuk skala hobi dan rumahan, tetapi harganya cukup mahal. Oleh karena itu kita akan belajar untuk membuat tanaman hidroponik NFT sendiri, sehingga akan lebih murah dan hemat.

cara-membuat-tanaman-hidroponik-nft

1. Siapkan pipa talang air yang berbentuk persegi (seperti gambar), jika pada saat membeli pipa talang tersebut tidak mendapatkan tutup, maka anda dapat menggunakan sterofoam sebagai pengantinya. Potong talang pipa air dengan panjang masing-masing 2m.

2. Kita buat lubang tanam di tutup talang air atau sterofoam, dengan diameter lubang sebesar 5 cm dan jarak antar lubang sejauh 15cm.

3. Rakit meja tanam dan susun talang air diatasnya sesuai gambar.

4. Siapkan pipa PVC ukuran 1 inchi sebagai saluran untuk pendistribusian nutrisi dari baik air menuju talang ari. Buat lubang dalam pipa 1 inchi ini dengan ukuran diameter lubang 5mm.

5. Siapkan selang ukuran 5mm dan sambungkan dengan lubang pada pipa 1 inchi dengan menggunakan nipple berukuran 5mm. Sehingga rangkaian terlihat seperti pada gambar.

6. Sediakan bak nutrisi dengan volume tidak kurang dari 100 liter. Masukkan nutrisi dan pompa didalam bak nutrisi.

7. Pasang bak nutrisi dan saluran penghubung lengkap dengan pompa didalamnya. Lalu nyalakan pompa pengalir nutrisi.

8. Air akan mengalir dari atas diteruskan ke selang-selang yang terhubung pada talang-talang air dialam rangka tanaman yang berisi bibit tanaman sayuran. Dengan bantuan gaya gravitasi air akan kembali mengalir ke bak penampung nutrisi.

Membuat tanaman hidroponik dengan sistem NFT ini memiliki banyak keuntungan, diantaranya adalah tanaman dapat tumbuh dengan optimal dan hemat air. Sedangkan kekurangan utama dalam sistem ini adalah ketergantungan terhadap pasokan listrik.

Leave a Reply

Your email address will not be published.